BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Masa anak-anak merupakan masa di
mana seorang individu berkembang dan rasa keingintahuannya terhadap sesuatu
cukup besar. Peran orang tua dalam mengembangkan keterampilan pada anak sangat
berpengaruh terhadap kecerdasan anak. Karena orang tua menjadi panutan
terhadap kecerdasan anak. Oleh karena itu orang tua harus mampu memberikan
bimbingan dorongan atau motivasi kepada anak.
Ketrampilan pada anak perlu
diperhatikan dan dikembangkan agar anak ketika dewasa tidak menemui
kesulitan-kesulitan dalam belajar. Anak yang cerdas berbeda dengan anak yang
kurang cerdas.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Sebutkan macam-macam ketrampilan pada anak ?
2. Sebutkan ciri-ciri anak
terampil ?
C. TUJUAN
1.
Dapat
menyebutkan macam-macam ketrampilan pada anak.
2.
Dapat
menyebutkan ciri-ciri anak terampil.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Ketrampilan
Pengertian keterampilan menurut
Yudha dan Rudhyanto (2005: 7) “Keterampilan adalah kemampuan anak dalam
melakukan berbagai aktivitas seperti motorik, berbahasa, sosial-emosional,
kognitif, dan afektif (nilai-nilai moral)”. Keterampilan yang dipelajari dengan
baik akan berkembang menjadi kebiasaan. Terdapat hubungan yang saling
mempengaruhi antara keterampilan dengan perkembangan kemampuan keseluruhan
anak. Keterampilan anak tidak akan
berkembang tanpa adanya kematangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterampilan
pada anak yaitu: keturunan, makanan, intelegensi, pola asuh, kesehatan, budaya,
ekonomi, sosial, jenis kelamin, dan rangsangan dari lingkungan. Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia (2001:
1180) keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas. Jadi, dapat
disimpulkan keterampilan adalah kemampuan anak dalam melakukan berbagai
aktivitas dalam usahanya untuk menyelesaikan tugas. Keterampilan perlu
dilatihkan kepada anak sejak dini supaya di masa yang akan datang anak akan
tumbuh menjadi orang yang terampil dan cekatan dalam melakukan segala
aktivitas, dan mampu menghadapi permasalahan hidup. Selain itu mereka akan
memiliki keahlian yang akan bermanfaat bagi masyarakat
Seiring perkembangan usia anak
mulai dari lahir menuju dewasa, anak mengalami perkembangan fisik dan mental.
Seiring berkembangnya fisik dan mental, anak akan mengembangkan
keterampilannya. Proses perkembangan fisik, mental dan keterampilan tersebut
berlangsung secara alamiah, namun peran orang tua sangat membantu perkembangan anak
supaya maksimal.
2.
Macam-macam Ketrampilan Pada Anak
Anak-anak mengembangkan keterampilan pada 5 bidang:
1. Keterampilan Kognitif (Cognitive Skill)
Istilah cognitive berasal
dari kata cognition, yang berarti knowing atau mengetahui, yang
dalam arti luas berarti perolehan, penataan, dan pengunaan pengetahuan
(Neisser, 1976). Secara sederhana, dapat dipahami bahwa ketrampilan kognitif
adalah ketrampilan yang dimiliki anak untuk berfikir lebih kompleks, serta
kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.
Dalam perkembangan selanjutnya,
istilah kognitif menjadi populer sebagai salah satu ranah psikologis
manusia meliputi perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pengolahan
informasi, pemecahan masalah dan keyakinan. Untuk memberikan pemahaman yang
lebih utuh, berikut kami kutip beberapa pendapat ahli.
Menurut Chaplin dalam Dictionary of
Psycologhy karyanya, kognitif adalah konsep umum yang mencakup seluruh bentuk
pengenalan, termasuk di dalamnya mengamati, menilai, memerhatikan, menyangka,
membayangkan, menduga, dan menilai. Sedangkan menurut Mayers (1996) menjelaskan
bahwa kognitif merupakan kemampuan membayangkan dan menggambarkan benda atau
peristiwa dalam ingatan dan bertindakberdasarkan penggambaran ini.
Dari pengertian diatas dapat dipahami
bahwa kognitif adalah istilah yang digunakan oleh ahli psikologi untuk
menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran,
ingatan, dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh
pengetahuan. Keterampilan kognitif berkaitan dengan kemampuan untuk belajar dan memecahkan masalah. Contohnya, bayi
usia 2 bulan belajar mengenal lingkungan dengan tangan dan mata atau anak usia
5 tahun belajar hitungan matematika sederhana.
Ranah
kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang
menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.
Ranah kognitif memiliki
enam jenjang atau aspek, yaitu:
1.
Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
2. Pemahaman (comprehension)
3. Penerapan (application)
4. Analisis (analysis)
5. Sintesis (syntesis)
6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)
Tujuan aspek kognitif berorientasi
pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih
sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang
menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan,
metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan
demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan
mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang
paling tinggi yaitu evaluasi.
File di atas dapat didownload DI SINI
Demikan semoga bermanfaat
MAKALAH yang bisa Anda baca !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentarnya